Budidaya Sayuran Organik di Halaman Rumah

Budidaya Sayuran Organik di Halaman Rumah

Media Tanam yang Bagus untuk Budidaya Cabe dan Sayuran Organik

ZonaOrganik.Com - Media Tanam yang Bagus untuk Budidaya Cabe dan Sayuran Organik - Media tanam merupakan hal pokok dalam sebuah budidaya tanaman. Dalam hal budidaya tanaman organik, maka penggunaan bahan campuran untuk media tanam juga harus organik.

Kami selalu menggunakan bahan organik sebagai campuran media tanam (tanah). Bahan organik tersebut adalah kompos.

Sederhana dan mudah media tanam yang kami gunakan untuk budidaya cabe dan sayuran organik di halaman dan pekarangan rumah.

Kami mencampur tanah pekarangan dengan kompos dengan perbandingan antara 1:2 hingga 1:1. Campuran tanah dan kompos tersebut kemudian kami masukkan ke dalam karung untuk menanam cabe dan sayuran lainnya. Selain itu juga media tanam tersebut sekaligus kami gunakan untuk persemaian.

Media Tanam yang Bagus untuk Budidaya Cabe dan Sayuran Organik

Kompos yang kami gunakan kami buat sendiri, yaitu dengan proses fermentasi bahan-bahan organik di sekitar kami.

Berikut ini bahan-bahan organik yang kami gunakan untuk membuat kompos:
  1. Pupuk kandang kotoran sapi
  2. Sekam padi yang kami bakar menjadi arang
  3. Serbuk gergajian, dan
  4. Sampah daun
Media Tanam yang Bagus untuk Budidaya Cabe dan Sayuran Organik
 
Seluruh bahan kami fermentasi menggunakan mikroorganisme EM4 dan tetes tebu atau larutan gula. Proses fermentasi berlangsung antara 7 hingga 10 hari.

Dari proses fermentasi tersebut menghasilkan kompos yang bagus untuk pupuk organik buidaya cabe dan sayuran organik di halaman dan pekarangan rumah.

Kandungan unsur hara kompos tersebut tergolong lengkap, yaitu N, P, K, Ca, dan Mg, serta unsur hara lainnya.

Unsur hara tersebut sangatlah cukup untuk dijadikan pupuk tanaman sehingga tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan baik hingga menghasilkan buah dan sayuran yang sehat.
 
Media Tanam yang Bagus untuk Budidaya Cabe dan Sayuran Organik

Untuk proses pembuatan arang sekam dapat kita baca pada:

Sedangkan untuk pembuatan komposnya bisa dibaca pada:

Demikian Media Tanam yang Bagus untuk Budidaya Cabe dan Sayuran Organik, semoga bermanfaat.

Ciri Ciri Tumbuhan untuk Bahan Pupuk Organik

ZonaOrganik.Com - Ciri Ciri Tumbuhan untuk Bahan Pupuk Organik - Dalam melakukan budidaya cabe dan sayuran organik, kami memanfaatkan tumbuhan di pekarangan sebagai bahan baku pembuat kompos di samping pupuk kandang kotoran sapi, serbuk gergajian, dan arang sekam.

Semua jenis tumbuhan hijau dapat digunakan sebagai bahan baku pupuk organik, namun tidak semuanya bagus, hanya ada beberapa jenis yang memiliki kandungan zat yang dibutuhkan tanaman.

Bagian tumbuhan yang sering digunakan sebagai pupuk organik adalah daun, tangkai, dan batangnya yang masih muda. Bahan tersebut mengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh dan berkembang, yaitu utamanya nitrogen.

Jenis tumbuhan yang paling baik untuk bahan baku pupuk organik adalah tumbuhan yang akarnya memiliki hubungan saling menguntungkan dengan mikroorganisme pengikat nitrogen. Jenis tumbuhan seperti itu dikenal dengan nama tanaman legum. Baca juga 5 Manfaat Penting Tanaman Legum Bagi Manusia.

Ciri Ciri Tumbuhan untuk Bahan Pupuk Organik

Tumbuhan leguminosa biasanya digunakan sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik dan biasanya juga ditanam sebagai tanaman sela atau tanaman rotasi untuk memanfaatkan waktu kosong sehingga tanah tidak menganggur ketika pergantian musim, misalnya kacang tanah, kedelai, kacang hijau yang ditanam setelah musim tanam padi kedua untuk mengisi musim kemarau menunggu musim hujan setiap tahunnya.

Ciri Ciri Tumbuhan untuk Bahan Pupuk Organik

Berikut ini adalah ciri-ciri tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan pembuat pupuk organik:
  1. Memiliki sistem perakaran yang dangkal dan berjenis akar serabut.
  2. Pertumbuhannya sangat cepat dan memiliki daun yang rimbun.
  3. Mengandung banyak nitrogen.
  4. Batang pohonnya tidak terlalu keras.
  5. Tahan terhadap kondisi kering pada saat musim kemarau.
  6. Apabila untuk tanaman sela, dipilih jenis tanaman yang tidak merambat.
  7. Memiliki tekstur daun yang lunak sehingga mudah dan cepat terurai oleh mikroorganisme.
Dari ciri-ciri di atas dapat diketahui bahwa tanaman yang bagus untuk pupuk organik di antaranya adalah tanaman kacang-kacangan, turi, lamtoro, albasia (trembesi), dan pohon-pohon sejenisnya.

Daun dari tumbuhan di atas biasanya digunakan sebagai campuran pembuatan popok kompos dan juga bisa menjadi bahan utamanya. Baca juga Cara Mudah Membuat Pupuk Kompos Kotoran Hewan Sekam Bakar dan Sampah Organik.

Demikian Ciri Ciri Tumbuhan untuk Bahan Pupuk Organik, semoga bermanfaat.

Cara Mudah dan Murah Mengatasi Gulma pada Tanaman Budidaya

ZonaOrganik.Com - Cara Mudah dan Murah Mengatasi Gulma pada Tanaman Budidaya - Gulma merupakan tumbuhan pengganggu. Gulma adalah tumbuhan yang tumbuh liar pada lahan pertanian dan dapat berakibat menurunkan hasil dari tanaman budidaya.

Gulma secara langsung maupun tidak langsung merugikan tanaman budidaya. Pengenalan suatu jenis gulma dapat dilakukan dengan melihat keadaan morfologinya, habitatnya, dan bentuk pertumbuhanya.

Gulma dapat menurunkan hasil produksi pertanian karena mengganggu pertumbuhan tanaman budidaya yaitu merebut nutrisi atau unsur hara. Contoh beberapa jenis tumbuhan yang dikenal sebagai gulma utama adalah rumput teki dan alang-alang.

Berikut ini 3 jenis gulma yang secara umum kita kenal yang bBerdasarkan keadaan morfologinya, dikenal gulma rerumputan (grasses), teki-tekian (sedges), dan berdaun lebar (board leaf). Masing-masing jenis gulma tersebut memiliki karakteristik tersendiri yang memerlukan strategi khusus untuk mengendalikannya.
Kami ZonaOrganik.Com melakukan budidaya cabe dan sayuran lainnya menggunakan karung bekas, sehingga dapat meminimalisir gangguan gulma karena media tanam terlokalisir hanya dalam karung saja. Mungkin ini salah satu solusi untuk menghindari gangguan gulma.

Cara Mudah dan Murah Mengatasi Gulma pada Tanaman Budidaya
 
1. Cara Mudah dan Murah Mengatasi Gulma Teki-Tekian

Rumput teki-tekian memiliki daya tahan luar biasa jika hanya dikendalikan dengan dicabut atau disiangi karena memiliki umbi batang di dalam tanah yang mampu bertahan berbulan-bulan. Selain itu, gulma ini menjalankan jalur fotosintesis C4 yang sangat efisien dalam menguasai areal pertanian secara cepat.

Ciri-ciri gulma teki-tekian adalah penampang lintang batang berbentuk segi tiga membulat, dan tidak berongga, memiliki daun yang berurutan sepanjang batang dalam tiga baris, tidak memiliki lidah daun, dan titik tumbuh tersembunyi. Kelompok ini mencakup semua anggota Cyperaceae (suku teki-tekian) yang menjadi gulma. Contoh: teki ladang (Cyperus rotundus), udelan (Cyperus kyllinga), dan Scirpus moritimus.

Cara mengatasinya adalah dengan mencabut secara rutin setiap kali gulma tersebut muncul dan jangan menunggu hingga berkembang banyak.

Cara Mudah dan Murah Mengatasi Gulma pada Tanaman Budidaya

2. Cara Mudah dan Murah Mengatasi Gulma Rerumputan
Gulma rurumputan memiliki ukuran yang bervariasi, ada yang tegak, menjalar, hidup semusim, atau tahunan. Batangnya disebut culms, terbagi menjadi ruas dengan buku-buku yang terdapat antara ruas. Batang tumbuh bergantian pada dua buku pada setiap antara ruas daun terdiri dari dua bagian yaitu pelepah daun dan helaian daun, contoh gulama rerumputan adalah:
  1. Panicium repens
  2. Eleusine indica
  3. Axonopus compressus, dll
Cara mengatasinya adalah dengan mencabut secara rutin setiap kali gulma tersebut muncul dan jangan menunggu hingga berkembang banyak.
Cara Mudah dan Murah Mengatasi Gulma pada Tanaman Budidaya
3. Cara Mudah dan Murah Mengatasi Gulma Berdaun Lebar
Golongan gulma berdaun lebar antara lain: Mikania spp, Ageratum conyzoides, Euparotum odorotum. Berdaarkan habita tunbuhanya, dikenal gulma darat, dan gulma air. Gulma darat merupakan gulma yang hidu didarat, dapat merupakan gulma yang hidup setahun, dua tahun, atau tahunan (tidak terbatas). Penyebaranya dapat melalui biji atau dengan cara vegetatif. Contoh gulma darat diantaranya Agerathum conyzoides, Digitaria spp, Imperata cylindrical, Amaranthus spinosus. Gulma air merupakan gulama yang hidupnya berada di air. Jenis gulma air dibedakan menjadi tiga, yaitu gulma air yang hidupnya terapung dipermukaan air (Eichhorina crassipes, Silvinia) spp, gulma air yang tenggelam di dalam air (Ceratophylium demersum), dan gulma air yang timbul ke permukaan tumbuh dari dasar (Nymphae sp, Sagitaria spp).
Berbagai macam gulma dari anggota Dicotyledoneae termasuk dalam kelompok ini. Gulma ini biasanya tumbuh pada akhir masa budidaya. Kompetisi terhadap tanaman utama berupa kompetisi cahaya. Daun dibentuk pada meristem pucuk dan sangat sensitif terhadap kemikalia. Terdapat stomata pada daun terutama pada permukaan bawah, lebih banyak dijumpai. Terdapat tunas-tunas pada nodusa, serta titik tumbuh terletak di cabang. Contoh gulma ini ceplukan (Physalis angulata L.), wedusan (Ageratum conyzoides L.), sembung rambut (Mikania michranta), dan putri malu (Mimosa pudica).
Cara umum yang biasa dilakukan oleh petani adalah dengan melakukan pendangiran atau dengan mencabutnya.
Di Amerika dan di Eropa, pada hari-hari tertentu petani mengajak anak-anak sekolah untuk datang mengunjungi pertaniannya, mengenalkan pertanian dan mengajak anak-anak mencabut gulma yang tumbuh. Beberapa petani menggaji anak-anak di hari libur khusus untuk mencabut rumput saja.
Selain itu penggunaan varitas tanaman yang bisa bersaing dengan gulma lebih menguntungkan, karena mampu tumbuh cepat terutama saat-saat awal pertumbuhan hingga mampu mengalahkan gulma.

Jangan lupa baca juga:
Prospek Budidaya Cabe dan Sayuran Organik Semakin Cerah ke Depan
 

Prospek Budidaya Cabe dan Sayuran Organik Semakin Cerah ke Depan

ZonaOrganik.Com - Prospek Budidaya Cabe dan Sayuran Organik Semakin Cerah ke Depan - Budidaya cabe dan sayuran yang kami lakukan menganut sistem budidaya organik, yaitu dengan memanfaatkan bahan-bahan organik sebagai pupuknya. Demikian juga dalam pengendalian dan pembasmian hama dan penyakit tanamannya.

Pupuk organik adalah merupakan bahan-bahan organik atau bahan karbon. Pupuk organik yang kami gunakan pada umumnya berasal dari tumbuhan dan hewan yang kami campurkan ke dalam media tanam berupa tanah pekarangan secara spesifik sebagai sumber hara yang pada umumnya mengandung nitrogen yang berasal dari tumbuhan dan hewan.

Kondisi umum yang dimiliki oleh pupuk organik adalah bahwa kandungan unsur haranya rendah dan sangat bervariasi, proses penyediaan unsur haranya terjadi secara lambat, dan menyediakan unsur hara dalam jumlah terbatas.

Jenis-jenis pupuk organik yang kami gunakan dalam budidaya cabe dan sayuran dalam karung, ada 2 yaitu pupuk organik padat dan pupuk organik cair.
Prospek Budidaya Cabe dan Sayuran Organik Semakin Cerah ke Depan
Pupuk organik padat yang kami gunakan yaitu:
  1. Pupuk kompos
  2. Pupuk organik Petroganik
  3. Kokopit
Sedangkan pupuk organik cair yang kami gunakan adalah:
  1. POC dari ramuan urin sapi dan daun-daunan
  2. POC fermentasi sabut kelapa
  3. Air cucian beras
Produk yang kami hasilkan dari budidaya cabe dan sayuran organik dalam karung banyak disukai masyarakat di sekeliling kami, terutama tetangga dekat.

Entah tahu atau tidak bedanya organik dengan kimia, yang jelas mereka suka membeli cabe dan sayuran dari kami karena beberapa hal, yaitu:
  1. Murah
  2. Segar, karena dipetik ketika ada yang membeli
  3. Kapan saja ada (ready stock)
  4. Produk organik lebih aman bagi kesehatan
Prospek Budidaya Cabe dan Sayuran Organik Semakin Cerah ke Depan

Kabarnya, masyarakat di negara-negara maju mulai beralih mengkonsumsi produk yang dihasilkan secara organik.
Produk-produk yang dihasilkan dari budidaya yang menggunakan pupuk organik memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Itulah beberapa alasan mengapa Prospek Budidaya Cabe dan Sayuran Organik Semakin Cerah ke Depan?
Jangan lupa baca juga:

Demikian, mari mulai sekarang memanfaatkan halaman rumah untuk budidaya sayuran secara organik untuk keluarga kita. Selamat mencoba, semoga sukses.

Cara Mudah Membuat Pupuk Kompos Kotoran Hewan Sekam Bakar dan Sampah Organik

ZonaOrganik.Com - Cara Mudah Membuat Pupuk Kompos Kotoran Hewan Sekam Bakar dan Sampah Organik - Limbah organik tersedia melimpah di sekitar kita, agar tidak menimbulkan masalah, sebaiknya kita buat menjadi kompos yang dapat memberikan nilai tambah bagi kita.

Kompos merupakan hasil penguraian tidak lengkap atau parsial dari campuran bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial oleh populasi berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembap, dan aerobik atau anaerobik (Modifikasi dari J.H. Crawford, 2003).

Pengomposan merupakan proses bahan organik mengalami penguraian secara biologis, khususnya oleh mikroba-mikroba yang memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi.

Membuat kompos adalah mengatur dan mengontrol proses alami tersebut agar kompos dapat terbentuk lebih cepat. Proses ini meliputi membuat campuran bahan yang seimbang, pemberian air yang cukup, pengaturan aerasi, dan penambahan aktivator pengomposan.

Berikut ini cara kami ZonaOrganik.Com membuat kompos dengan sederhana, mudah, dan murah memanfaatkan limbah organik sebagai pupuk organik untuk budidaya cabe dan sayuran di dalam karung dengan perbandingan bahan
  1. Pupuk kandang 9 karung
  2. Arang sekam atau sekam bakar 3 karung
  3. Sampah daun 3 karung
  4. Limbah gergajian 3 karung
  5. Gula pasir 1/4 kg (jika ada menggunakan tetes tebu)
  6. EM4 5 tutup botol
  7. Air secukupnya agar semua bahan basah
1. Letakkan semua bahan di tanah secara bergantian. Pertama pupuk kandang, dalam hal ini ZonaOrganik.Com menggunakan kotoran sapi.

Cara Mudah Membuat Pupuk Kompos Kotoran Hewan Sekam Bakar dan Sampah Organik

2. Kemudian letakkan arang sekam di atas pupuk kandang, biarkan tumpukan bahan menggunung dan berselang-seling agar mudah dalam proses pencampurannya.

Cara Mudah Membuat Pupuk Kompos Kotoran Hewan Sekam Bakar dan Sampah Organik

3. Lapisan ketiga adalah sampah daun. Semua bahan kita letakkan karung demi karung dengan berselang-seling.

Cara Mudah Membuat Pupuk Kompos Kotoran Hewan Sekam Bakar dan Sampah Organik

4. Selanjutnya tambahkan limbah gergajian.

Cara Mudah Membuat Pupuk Kompos Kotoran Hewan Sekam Bakar dan Sampah Organik

5.Diteruskan dengan semua bahan lainnya agar menjadi menggunung dan berselang-seling.

Cara Mudah Membuat Pupuk Kompos Kotoran Hewan Sekam Bakar dan Sampah Organik

6. Selanjutnya aduk menggunakan cangkul hingga semua bahan tercampur rata.

Cara Mudah Membuat Pupuk Kompos Kotoran Hewan Sekam Bakar dan Sampah Organik

7. Selanjutnya hamparkan semua bahan dengan ketebalan kurang lebih 20 cm.

Cara Mudah Membuat Pupuk Kompos Kotoran Hewan Sekam Bakar dan Sampah Organik

8. Kemudian buat larutan 1/4 kg gula dengan menggunakan air dan masukkan ke dalam ember yang telah berisi air.

Cara Mudah Membuat Pupuk Kompos Kotoran Hewan Sekam Bakar dan Sampah Organik

9. Tambahkan EM4 sebanyak 5 tutup botol kemudian aduk air hingga semua bahan tercampur rata.

Cara Mudah Membuat Pupuk Kompos Kotoran Hewan Sekam Bakar dan Sampah Organik

10. Siramkan larutan gula dan EM4 ke atas bahan organik hingga rata, yaitu semua bahan menjadi basah. Kemudian aduk hingga tercampur rata.
Cara Mudah Membuat Pupuk Kompos Kotoran Hewan Sekam Bakar dan Sampah Organik

11. Terakhir, tutup menggunakan plastik atau terpal. Jangan terkena sinar matahari langsung. Setelah 7-10 hari, kompos siap digunakan.

Untuk lebih jelasnya bisa kita simak videonya berikut ini:
Video 1


Video 2



Jangan lupa baca juga:

Demikian Cara Mudah Membuat Pupuk Kompos Kotoran Hewan Sekam Bakar dan Sampah Organik, selamat mencoba, semoga bermanfaat.

Penggunaan Pestisida Organik Sebaiknya Berdasarkan Ambang Kendali Hama

ZonaOrganik.Com - Penggunaan Pestisida Organik Sebaiknya Berdasarkan Ambang Kendali Hama - Pestisida organik dapat diaplikasikan menggunakan alat semprot atau sprayer gendong seperti pestisida kimia pada umumnya. Jika tidak ada alat semprot, maka dapat dilakukan dengan menggunakan kuas atau jerami yang diikat, yaitu dengen dicelupkan ke dalam ember yang berisi larutan pestisida organik, kemudian dikibas-kibaskan pada tanaman.

Penyemprotan pestisida organik berguna untuk memberikan hasil yang terbaik. Butiran semprotan harus diarahkan pada bagian tanaman tempat hama berada.

Apabila sudah tersedia ambang kendali utama, penyemprotan pestisida organik sebaiknya berdasarkan ambang kendali.

Untuk penentuan ambang kendali, perlu dilakukan pengamatan populasi hama atau tingkat serangan penyakit pada tanaman seteliti mungkin. Pengamatan ambang kendali hama yang tidak teliti dapat mengakibatkan hama terlanjur besar pada pengamatan berikutnya atau tingkat serangan penyakitnya sudah tinggi sehingga akan sulit dilakukan tindakan pengendaliannya.

Penggunaan Pestisida Organik Sebaiknya Berdasarkan Ambang Kendali Hama

Ambang Ekonomi (AE), yaitu batas populasi hama telah menimbulkan kerusakan yang lebih besar daripada biaya pengendalian. Karena itu secara berkelanjutan tindakan pemantauan atau monitoring populasi hama dan penyakit perlu dilaksanakan.

Ambang Ekonomi adalah batas populasi hama atau kerusakan oleh hama yang digunakan sebagai dasar untuk digunakannya pestisida. Diatas AE populasi hama telah mengakibatkan kerugian yang nilainya lebih besar daripada biaya pengendalian.

Ambang Ekonomi adalah kepadatan populasi hama yang memerlukan tindakan pengendalian untuk mencegah peningkatan populasi hama berikutnya yang dapat mencapai Aras Luka Ekonomi, ALE (Economic Injury Level). Sedangkan ALE didefinisikan sebagai padatan populasi terendah yang mengakibatkan kerusakan ekonomi. Kerusakan ekonomi terjadi bila nilai kerusakan akibat hama sama atau lebih besarnya dari biaya pengendalian yang dilakukan, sehingga tidak terjadi kerugian. Dengan demikian AE merupakan dasar pengendalian hama untuk menggunakan pestisida kimia.

Keunggulan dan Kelemahan Pestisida Organik dalam Mengendalikan Hama dan Penyakit Tanaman

ZonaOrganik.Com - Keunggulan dan Kelemahan Pestisida Organik dalam Mengendalikan Hama dan Penyakit Tanaman - Segala hal memiliki keunggulan atau kelebihan dan kelemahan, demikian juga dengan penggunaan pestisida organik untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman.

Jangankan pestisida organik, pestisida kimiawi yang dibuat dengan teknologi canggih dan didukung dengan penelitian yang matang saja memiliki kelemahan.

Pembuatan pestisida organik dilakukan dengan cara sederhana, namun demikian memiliki khasiat yang sangat ampuh untuk mengendalikan hama tanaman, namun demikian tetap saja memiliki kelemahan.

Penggunaan pestisida organik memiliki beberapa kelebihan dan keunggulan, namun demikian juga memiliki kelemahan.

Berikut ini kelebihan pestisida organik dalam mengendalikan dan membasmi hama tanaman:

Keunggulan dan Kelemahan Pestisida Organik dalam Mengendalikan Hama dan Penyakit Tanaman
  1. Murah dan mudah pembuatannya.
  2. Sangat aman bagi kelestarian lingkungan, karena menggunakan bahan yang mudah terurai.
  3. Tidak menyebabkan keracunan pada tanaman.
  4. Tidak menimbulkan kekebalan kepada hama tanaman.
  5. Dapat menyesuaikan diri bila digabung dengan cara pengendalian hama lainnya.
  6. Pestisida organik tidak saja membasmi, namun juga dapat mencegah serangan hama pada tanaman.
  7. Aman bagi kesehatan manusia.
Berikut ini kelemahan pestisida organik dalam mengendalikan dan membasmi hama tanaman:
  1. Daya kerja pestisida organik relatif lambat dalam menyerang hama.
  2. Tidak membunuh jasad sasaran secara langsung.
  3. Tidak tahan terhadap sinar matahari.
  4. Kurang praktis.
  5. Tidak tahan disimpan dalam waktu yang lama.
  6. Pemakaian tidak cukup hanya sekali atau 2 kali, namun harus dilakukan berulang-ulang.
Berdasarkan kelebihan dan keunggulan di atas, selanjutnya terserah diri pribadi masing-masing dalam aplikasinya. Kalau kami lebih memilih pestisida organik, meski tergolong agak rumit dalam pembuatannya, namun satu hal yang sangat penting adalah tidak mengganggu kesehatan kita. Juga tanaman yang dihasilkan sangat aman dikonsumsi karena bebas dari bahan kimia berbahaya.

Agar lebih mantap dalam meyakini keampuhan pestisida organik dalam mengendalikan hama, sebaiknya baca juga:

Demikian Keunggulan dan Kelemahan Pestisida Organik dalam Mengendalikan Hama dan Penyakit Tanaman, semoga bermanfaat.

Bagaimana Cara Kerja Pestisida Organik dalam Mengendalikan Hama Tanaman?

ZonaOrganik.Com - Bagaimana Cara Kerja Pestisida Organik dalam Mengendalikan Hama Tanaman? - Budidaya tanaman, baik dalam skala besar maupun kecil tidak pernah luput dari serangan dan gangguan hama dan penyakit, oleh karena itu kita harus mempersiapkan segala sesuatunya, salah satu di antaranya adalah pestisida.

Dalam hal pertanian organik, tentu saja pestisida yang diggunakan organik pula. Pestisida organik dapat membunuh atau mengganggu serangga hama dan penyakit dengan cara atau proses kerja yang sangat unik yang sangat berbeda dengan pestisida kimiawi, yaitu melalui berbagai cara kerja ataupun secara khusus.

Bagaimana Cara Kerja Pestisida Organik dalam Mengendalikan Hama Tanaman? Cara kerja pestisida organik sangat spesifik, yaitu:

Bagaimana Cara Kerja Pestisida Organik dalam Mengendalikan Hama Tanaman?
  1. Dapat merusak perkembangan telur, larva, dan pupa dari hama tanaman.
  2. Menghambat perkembangan hama tanaman, termasuk di antaranya adalah menghambat moulting atau pergantian kulit.
  3. Mengganggu sistem komunikasi serangga, sehingga mereka tidak bisa memberitahukan kepada koloninya keberadaan tanaman.
  4. Pestisida organik memiliki bau yang khas dan menyengat, sehingga menyebabkan serangga tidak mau makan tanaman.
  5. Dapat menghambat reproduksi serangga betina atau bahkan bisa menyebabkan kemandulan.
  6. Karena bau dan rasanya yang tidak enak bagi serangga, maka dapat mengurangi nafsu makannya.
  7. Dapat pula memblokir kemampuan makan serangga.
  8. Dapat mengusir hama dan serangga pengganggu.
  9. Dapat menghambat perkembangan patogen penyakit.
Patogen yang dalam bahasa Yunani παθογένεια yang artinya penyebab penderitaan adalah agen biologis yang menyebabkan penyakit pada inangnya. Sebutan lain dari patogen adalah mikroorganisme parasit. Umumnya istilah ini diberikan untuk agen yang mengacaukan fisiologi normal hewan atau tumbuhan multiselular. Namun, patogen dapat pula menginfeksi organisme uniselular dari semua kerajaan biologi.

Berdaarkan proses kerja pestisida organik di atas, diketahui banyak keuntungannya yang bisa kita baca pada:
Kelebihan Pestisida Organik dalam Budidaya Warung Hidup di Pekarangan Rumah

Demikian Cara Kerja Pestisida Organik dalam Mengendalikan Hama Tanaman, selamat mencoba semoga sukses.

Kelebihan Pestisida Organik dalam Budidaya Warung Hidup di Pekarangan Rumah

Zona Organik - Kelebihan Pestisida Organik dalam Budidaya Warung Hidup di Pekarangan Rumah - Namanya saja pertanian organik, sehingga pengendalian hama dan penyakitnya juga menggunakan bahan organik. Semua perlakuan dalam budidaya memanfaatkan bahan-bahan organik dari alam. Hal itulah yang menjadi salah satu karakteristik budidaya organik.

Selain penggunaan pupuk organik, budidaya warung hidup secara organik penggunaan teknik pengendalian hama dan penyakitnya dilakukan secara terpadu menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan.

Pestisida organik adalah obat-obatan pertanian yang memanfaatkan tumbuhan atau bahan lainnya yang mudah terurai (biodegradable) sebagai bahan dasarnya. Pestisida organik mudah dalam pembuatannya. Siapa saja bisa membuatnya walaupun dengan kemampuan dan pengetahuan yang terbatas tentang pestisida.

Berikut ini kelebihan pestisida organik dalam budidaya warung hidup misalnya sayuran di halaman rumah:

Kelebihan Pestisida Organik dalam Budidaya Warung Hidup di Pekarangan Rumah
  1. Pestisida nabati/organik bersifat mudah terurai di alam sehingga tidak mencemari lingkungan.
  2. Aman bagi kesehatan manusia meskipun ikut termakan bersama hasil panen.
  3. Limbah pertaniannya juga ama bagi hewan ternak sebagai pakan karena residunya mudah hilang.
  4. Pestisida organik pengaruhnya sangat cepat, jika digunakan akan membunuh hama pada saat itu juga dan setelah hama mati, maka residunya akan cepat menghilang, sehingga tanaman akan terbebas dari zat berbahaya dan sehat serta aman untuk dimakan.
Tujuan penggunaan pestisida oganik adalah sebagai berikut:
  1. Penggunaan pestisida nabati bukan dimaksudkan untuk meninggalkan atau menganggap tabu penggunaan pestisida sintetis/kimia, namun akan menjadi salah satu cara alternatif dengan tujuan agar petani tidak tergantung pada pestisida berbahan kimia.
  2. Agar penggunaan pestisida sintetis dapat ditekan seminim mungkin, sehingga kerusakan lingkungan yang diakibatkannya dapat dikurangi.
Kelebihan Pestisida Organik dalam Budidaya Warung Hidup di Pekarangan Rumah

Cara kerja pestisida organik sangat unik, untuk mengetahuinya bisa kita baca pada:
Bagaimana Cara Kerja Pestisida Organik dalam Mengendalikan Hama Tanaman?

Pemanfaatan tumbuhan sebagai pestisida organik sudah dilakukan sejak lama oleh para petani terdahulu, sebagai kekayaan pengetahuan tradisional yang arif. Sayangnya saat sekarang ini kebiasaan baik itu mulai luntur seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi instan.

Dengan alasan di atas, maka sebaiknya kita melihat kembali kearifan tradisional dalam bidang perlindungan tanaman.

Usaha penggunaan bahan nabati dapat dimulai dari bahan-bahan tumbuhan yang dikenal dengan baik, misalnya:
  • empon-empon
  • bahan bahan yang mengandung racun seperti gadung, ubi karet, pocung, jenu/tuba, dan tumbuhan lainnya.
Kelebihan Pestisida Organik dalam Budidaya Warung Hidup di Pekarangan Rumah

Selain itu ada tumbuhan yang memiliki kemampuan khusus yang dapat menyebabkan rasa gatal, pahit, bau menyengat, dan tidak disukai hewan terutama serangga, seperti:
  • awar-awar
  • rawe
  • senthe.
Bahan lain untuk pembuatan pestisida organik dapat berupa bahan tumbuhan yang berdasarkan pengalaman diketahui memiliki kemampuan khusus yang mampu mengendalikan hama dan penyakit. Tumbuhan itu misalnya biji:
  • sirkaya
  • sirsak
  • mindi
  • mamba
  • saga
Selain tumbuhan, kita juga bisa memanfaatkan bahan berikut sebagai pestisida organik, yaitu:
  • urine/air kencing ternak
  • abu bakar kayu
  •  detergen
Tingkat penggunaan bahan-bahan tersebut dapat diatur sesuai dengan kebutuhan dan jenis tanaman yang akan diobati.
Kelebihan Pestisida Organik dalam Budidaya Warung Hidup di Pekarangan Rumah
Demikian Kelebihan Pestisida Organik dalam Budidaya Warung Hidup di Pekarangan Rumah, semoga mendatangkan manfaat. Artikel lainnya tentang Mengatasi Keriting Daun Tanaman Cabe Secara Organik.
Selamat mencoba tips organik yang aman dan ramah lingkungan.

Alangkah Indahnya Halaman Rumah dengan Berbagai Sayuran Organik

Zona Organik - Alangkah Indahnya Halaman Rumah dengan Berbagai Sayuran Organik - Puas rasanya melihat halaman rumah hijau segar penuh dengan berbagai macam sayuran organik. Di depan rumah, samping kanan, samping kiri, dan belakang rumah.

Kebutuhan akan sayuran keluarga kami tercukupi dari pekarangan rumah tanpa harus membeli dari pasar. Awalnya memang enggan untuk memulai, namun setelah berjalan, semua menjadi sangat menyenangkan. Kegiatan di rumah dari pagi hingga sore tak lepas dari pemandangan yang berdaya terapi mengilangkan kejenuhan dan stress.

Berbagai macam sayuran yang ada di pekarangan rumah, kami tanam secara alami dengan sistem pertanian organik memanfaatkan limbah organik, baik limbah ternak, limbah rumah tangga, maupun limbah tanaman pertanian/perkebunan.

Berikut ini beberapa sayuran yang kami tanam dan sudah memberikan hasil yang lumayan:

1. Cabe Rawit

Kami menanam cabe rawit di dalam karung, lumayan banyak sekitar 300 pohon. Meski ada beberapa pohon yang terserang hama dan penyakit, namun jumlahnya tidak seberapa. Kebanyakan berbuah lebat dan sehat. Hasil buah cabe sebagian kami manfaatkan untuk kebutuhan sendiri, sebagian lagi kami jual, dan tidak lupa kami mengambil beberapa buah yang matang sempurna setiap kali panen untuk dijadikan bibit (disemai).

Alangkah Indahnya Halaman Rumah dengan Berbagai Sayuran Organik

2. Kemangi

Tanaman yang memiliki daun harum khas ini kami gunakan sebagai lalapan. Kami sangat menyukainya. Jika ada tetangga yang membutuhkan, kami persilahkan mereka untuk memetik seperlunya. Sedangkan kelebihannya biasanya kami jual ke warung, lumayan untuk tambahan penghasilan.

Alangkah Indahnya Halaman Rumah dengan Berbagai Sayuran Organik

3. Terong

Sayuran ini terkenal sejak lama. Bahkan kini lebih dikenal lagi semenjak ada acara televisi yang berjudul The Terong Show. Buah ungu panjang ini paling enak menurut kami dijadikan sambel goreng. Selain menanm terong ungu panjang, kami juga menanam terong ungu bulat sebagai lalapan.

Alangkah Indahnya Halaman Rumah dengan Berbagai Sayuran Organik

4. Caisim

Meskipun sayuran, caisim memiliki rasa yang gurih dan renyah. Kami menanam caisim menggunakan paralon dan ada juga sebagai tumpang sari yang kami tanam bersama cabe di dalam karung. Kami menanam caisim karena mudah perawatannya dan cepat masa panennya. Dari mulai tanam, dalam 25-30 hari caisim sudah siap panen. Lumayan juga hasilnya, kadang juga kami jual ke warung.

Alangkah Indahnya Halaman Rumah dengan Berbagai Sayuran Organik

5. Kangkung

Sayuran khas untuk bahan pecel ini juga kami tanam, namun yang ini berbeda, kami melakukannya dengan cara hidroponik. Sementara kami menggunakan nutrisi hidroponik bahan dasar kimia dari membeli, yaitu pupuk hidroponik AB MIX. Namun ke depan, kami berencana untuk membuat pupuk organik cair sendiri untuk tanaman hidroponik kami.

Alangkah Indahnya Halaman Rumah dengan Berbagai Sayuran Organik

6. Cabe di Pinggiran Jalan

Halaman rumah kami sempit, jadi kami juga memanfaatkan pinggiran jalan untuk tempat budidaya cabe dan sayuran dalam karung, namun tetap memperhatikan posisi supaya tidak mengganggu pengguna jalan.

Alangkah Indahnya Halaman Rumah dengan Berbagai Sayuran Organik

7. Cabe di Rak Kayu

Kami meletakkan karung cabe dengan alas 2 buah batu bata merah, selain itu kami juga membuat rak dari kayu untuk menyusun karung cabe tersebut. Kelebihan rak dalam menanam cabe dalam karung adalah tanaman tidak terserang oleh akar tanaman lain yang menjalar. Ini berbeda dengan yang hanya menggunakan alas bata merah di tanah, akar tanaman lain akan cepat sekali merambat dan menyerang masuk ke dalam karung. Harus sering dikontrol agar akar dari luar tidak menyerang.

Alangkah Indahnya Halaman Rumah dengan Berbagai Sayuran Organik

Demikian Alangkah Indahnya Halaman Rumah dengan Berbagai Sayuran Organik, semoga berguna, simak juga tulisan lain kami tentang Perluasan Budidaya Cabe Dalam Karung ke Halaman Kiri Rumah.

Mari menanam, God luck.
Copyright © 2015. Zona Organik - All Rights Reserved
Template Editing by Zona Organik