Budidaya Sayuran Organik di Halaman Rumah

Budidaya Sayuran Organik di Halaman Rumah

Perbedaan Pupuk Organik dan Kimiawi Buatan dalam Hal Daya Pengaruh dan Konsekuensinya

Zona Organik - Perbedaan Pupuk Organik dan Kimiawi Buatan dalam Hal Daya Pengaruh dan Konsekuensinya - Pupuk organik yang dibuat melalui proses pengomposan sangat berbeda dengan pupuk kimiawi buatan pabrik. Pupuk organik ini lebih dikenal sebagai pupuk kompos. Kompos berguna untuk menambahkan hara pada tanah. Bahan-bahan yang dapat digunakan sebagai kompos antara lain sampah daun, limbah buah-buahan di pasar, limbah pertanian, limbah perkebunan, limbah rumah tangga, dan limbah pabrik.

Pupuk kompos pada dasarnya sama dengan pupuk kimia yang umum digunakan oleh para petani, yaitu sama fungsinya dalam memberikan tambahan unsur hara pada tanah.

Meskipun secara fungsi sama, namun keduanya memiliki perbedaan yang mendasar, yaitu:

Perbedaan Pupuk Organik dan Kimiawi Buatan dalam Hal Daya Pengaruh dan Konsekuensinya

Kadar Senyawa Organik
  • Pupuk kompos menambahkan berbagai macam unsur hara seperti senyawa organik yang berkadar rendah.
  • Pupuk kimia berguna untuk menambahkan unsur hara tertentu berupa senyawa anorganik berkadar tinggi pada tanah.
Daya Larut
  • Senyawa organik dalam kompos tidak mudah larut sehingga pengaruhnya dapat bertahan lama dalam tanah.
  • Sedangkan senyawa anorganik yang terbawa oleh pupuk kimia mudah larut, sehingga pengaruhnya terhadap kesuburan tanah tidak dapat bertahan lama atau hanya sekali pakai.
Pengaruh Terhadap Tanah
  • Senyawa organik pada kompos berguna untuk memperbaiki fisik dan kimia tanah.
  • Sedangkan senyawa anorganik, jika digunakan dalam waktu yang lama, mengakibatkan kerusakan struktur tanah (dalam bahasa Jawa, tanah menjadi bantat/susah diolah).
Pengaruh Terhadap Organisme di dalam Tanah
  • Kompos dapat menyehatkan kehidupan flora dan fauna di dalam tanah.
  • Senyawa anorganik yang diaplikasikan dalam waktu yang lama akan merusak pertumbuhan organisme menguntungkan di dalam tanah, atau bahkan dapat membunuhnya.
Perbedaan Pupuk Organik dan Kimiawi Buatan dalam Hal Daya Pengaruh dan Konsekuensinya
 
Demikian Perbedaan Pupuk Organik dan Kimiawi Buatan dalam Hal Daya Pengaruh dan Konsekuensinya, semoga bermanfaat, selanjutnya silahkan lihat juga 12 Tanaman Warung Hidup di Pekarangan Rumah Kami.

Selamat mencoba, semoga sukses dalam budidaya sayuran organik.

12 Tanaman Warung Hidup di Pekarangan Rumah Kami

Zona Organik - 12 Tanaman Warung Hidup di Pekarangan Rumah Kami - Sudah 6 bulan ini kegiatan pengisi waktu luang kami adalah mengurus dan memeliharan tanaman warung hidup di halaman dan pekarangan rumah. Awalnya kami iseng-iseng menebar cabe dan tomat yang terlalu matang di pekarangan. Setelah beberapa hari ternyata biji tersebut tumbuh subur. Kemudian kami mempersiapkan media tanam.

Untungnya ada tetangga yang memelihara sapi dan kotoranya menggunung. Kami membuat media tanam dari campuran tanah pekarangan dengan kotoran sapi yang sudah lama yang sudah menjadi tanah dengan perbandingan 1:1.

12 Tanaman Warung Hidup di Pekarangan Rumah Kami

Untuk cara membuat media tanamnya bisa kita baca pada Cara Mudah Lengkap Membuat Media Tanam Sayuran Organik dalam Karung.

Setelah media tanam jadi, kemudian kami masukkan ke dalam karung bekas. Awalnya hanya 10 karung, setelah melihat perkembangan tanaman tersebut bagus, kemudian kami membeli 100 karung bekas beras bulog 20 kg sejumlah 100 lembar.
 
12 Tanaman Warung Hidup di Pekarangan Rumah Kami
 
Setiap hari kami membuat media tanam dan memindahkan 5-10 bibit ke dalam karung. Lama-lama banyak juga. Dan Alhamdulillah hingga sekarang tanaman warung hidup kami tetap tumbuh subur dan tetap menghasilkan secara rutin.

Berikut ini 12 tanaman warung hidup di pekarangan rumah kami dengan menggunakan karung bekas:
 
12 Tanaman Warung Hidup di Pekarangan Rumah Kami
  1. Cabai rawit. Bahagia rasanya memiliki ratusan tanaman cabe dalam karung yang berbuah sepanjang waktu. Apalagi saat ini harganya lumayan mahal. Sebagian kami manfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sendiri, sebagian lagi kami jual. Lumayan sebagai tambahan penghasilan.
  2. Caisim. Tanaman ini juga disebut dengan sawi hijau. Caisim biasanya digunakan untuk sayuran campuran mie. Sebagai sayuran hijau, caisim kaya akan serat. Keluarga kami sangat suka caisim. Di samping itu, tanaman ini berumur pendek, hanya 30 hari saja sudah siap panen.
  3. Tomat. Buah tomat banyak mengandung vitamin C yang sangat bermanfaat untuk kesehatan. Kami menanam tomat untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Hasilnya lumayan, namun sayangnya tidak seperti cabe, tomat umurnya pendek, paling berbuah 2 kali terus tanaman mengering dan mati.
  4. Terong ungu. Terong ungu yang kami tanam bentuknya lonjong. Kami paling suka terong ungu ini dibuat sambel goreng.
  5. Bayam. Sayuran ini kaya akan zat besi dan vitamin A, sangat baik untuk pertumbuhan dan kesehatan anak kami.
  6. Kemangi. Lalapan yang satu ini tidak ketinggalan juga kami tanam di samping tanaman cabe. Entah mengapa sebabnya, cabe yang tumbuh di samping kemangi tidak diserang hama, sedang yang jauh dari tanaman kemangi terserang hama seperti ulat. Mungkin karena bau daun kemangi yang khas menyengat sehingga hama tanaman tidak mau mendekat.
  7. Kangkung. Kami sering membuat pecel, sehingga kangkung menjadi tanaman wajib di pekarangan rumah kami. Tanaman ini mudah sekali tumbuh, persemaiannya juga sangat cepat. Dalam waktu 3 hari saja biji sudah mulai berkecambah. Kangkung kami tanam dengan menggunakan sistem hidroponik.
  8. Pare. Tanaman ini sangat terkenal, buktinya sampai ada lagunya segala. Kalau ku tahu paria pahit tak kan ku gulai dalam belanga, kalau ku tahu bercinta sakit tak kan kumulai dari semula. Meski pahit, tanaman ini juga kami tanam, karena sebagai variasi menu sayuran keluarga kami.
  9. Seledri. Biasanya bumbu ini digunakan untuk baso. Bumbu masak yang satu ini juga kami tanam untuk pelengkap aneka ragam sayuran dan bumbu masak yang kami tanam di halaman rumah kami.
  10. Bawang daun. Permintaan bawang daun di pasaran lumayan tinggi, karena bumbu masak ini digunakan dalam masakan mie ayam. Bawang daun juga biasa digunakan sebagai bumbu sop. Tanaman ini sangat mudah tumbuh, baik langsung di tanah, pot, polybag, maupun karung bekas.
  11. Serai. Tanaman ini biasanya digunakan sebagai bumbu masakan ikan atau daging. Bau wanginya yang khas, juga dimanfaatkan sebagai campuran wedang jahe. Kandungan minyak atsirinya juga bermanfaat untuk menghangatkan tubuh.
  12. Kacang panjang. Buahnya merupakan sayuran yang bisa dibuat sayur asem, pecel, sop, dan lalapan. Sebagai suku kacang-kacangan, tanaman ini memiliki kandungan protein yang sangat tinggi, sehingga sangat baik untuk kesehatan keluarga kami.
12 Tanaman Warung Hidup di Pekarangan Rumah Kami
 
Sebenarnya masih ada beberapa tanaman lainnya yang kami tanam, namun belum begitu banyak, sehingga belum kami tulis.

Melalui tulisan ini, kami mengajak kepada semua keluarga di Indonesia khusunya, dan dunia umumnya untuk mulai dari sekarang menenami pekarangan rumah dengan berbagai macam tanaman bermanfaat di atas.
 
12 Tanaman Warung Hidup di Pekarangan Rumah Kami

Demikian 12 Tanaman Warung Hidup di Pekarangan Rumah Kami, semoga bermanfaat, dan jangan lupa baca juga Menanam Sayuran Mudah pada Lahan Sempit di Halaman Rumah.

Selamat mecoba, semoga sukses.

Menanam Sayuran Mudah pada Lahan Sempit di Halaman Rumah

Zona Organik - Menanam Sayuran Mudah pada Lahan Sempit di Halaman Rumah - Menanam berbagai macam sayuran di halaman dan pekarangan rumah biasanya diawali sebagai pengisi waktu luang saja setelah seharian sibuk bekerja. Tujuannya adalah untuk menghiasi halaman rumah sebagai penghilang rasa jenuh dan stress.
 
Seperti yang keluarga kami lakukan. Awalnya istri daya iseng meletakkan cabe rawit yang sudah terlalu matang di samping rumah. Setelah satu minggu terlihat mulai tumbuh. Kemudian saya mulai mengumpulkan tanah, pupuk kandang, dan wadah untuk menanam cabe tersebut.

Selain cabe rawit, kami juga menanam berbagai macam sayur-mayur di sekitar rumah, di halaman depan, halaman samping kiri dan kanan, juga di pekarangan rumah. Kami menanam sayuran yang mudah tumbuh dan cepat dipanen, seperti:

Menanam Sayuran Mudah pada Lahan Sempit di Halaman Rumah

  1. caisim
  2. terong
  3. kangkung
  4. kemangi
  5. bayam
  6. tomat
Kami menanam berbagai sayuran tersebut secara organik, yaitu menggunakan bahan dan obat-obatan alami, tanpa bahan kimia. Tujuannya adalah agar sayuran yang kemi peroleh tidak mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan kita.

Secara singkat, yang kami lakukan terbagi menjadi 5 tahap, yaitu:
  1. Menyemai benih
  2. Mempersiapkan media tanam
  3. Memindahkan bibit ke wadah budidaya
  4. Merawat tanaman
  5. Panen
Menanam Sayuran Mudah pada Lahan Sempit di Halaman Rumah

Menyemai Benih

Untuk benih cabe, tomat, dan terong, kita bisa membuat sendiri dengan mengambil dari dapur. Untuk bayam, kita bisa meminta benih dari tetangga yang memiliki tanaman bayam telah berbunga. Namun untuk caisim dan kangkung kita harus membeli benih dari toko.

Cara penyemaian benih:
  1. Ambil tanah pekarang, lebih baik banyak terdapat busukan dedaunannya, sehingga banyak humusnya dan subur.
  2. Masukkan tanah pekarangan ke dalam wadah, bisa kotak kayu, ember bekas, toples bekas, kaleng bekas, atau wadah bekas lainnya.
  3. Tebarkan benih pada wadah tersebut secara merata. Jangan terlalu rapat supaya pertumbuhannya maksimal.
  4. Letakkan wadah persemaian di tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung.
  5. Beri naungan agar benih tidak terkena hujan.
  6. Siram pagi dan sore hingga benih tumbuh dan memiliki 3-5 helai daun.
  7. Bibit sayuran siap dipindahkan ke media tanam.
Menanam Sayuran Mudah pada Lahan Sempit di Halaman Rumah

Mempersiapkan Media Tanam

Media tanam sangat penting dalam budidaya sayuran. Apalagi budidaya sayuran dalam wadah. Karena tanaman hanya akan memperoleh nutrisi dari media tanam yang kita sediakan. Berbeda dengan langsung di tanah, akar akan bebas menjalar ke mana saja untuk mencari makanannya.

Tidak seperti bercocok tanam sayuran umunya yang dilakukan di lahan luas yang memerlukan banyak tenaga dan biaya,  enanam sayuran ini dapat dilakukan dengan mudah meskipun pada lahan sempit di pekarangan dan halaman rumah kita. Tidak usah mengolah tanah seperti mencangkul dan lain sebagainya.

Persiapan media tanam:
  1. Tanah pekarangan yang mengandung banyak dedaunan yang telah membusuk menjadi humus.
  2. Pupuk kandang, bisa kotoran sapi, kambing, atau kelinci. Pupuk kandang harus yang telah matang, yaitu yang sudah berbentuk seperti butiran tanah.
  3. Bisa juga tambahkan pasir atau arang sekam atau dedaunan kering atau kokopit (sabut kelapa).
  4. Campur semua bahan hingga merata.
  5. Masukkan ke dalam wadah tanam seperti pot, polybag, kaleng bekas, ember bekas, atau karung bekas.
  6. Media tanam siap digunakan.
Menanam Sayuran Mudah pada Lahan Sempit di Halaman Rumah
 
Memindahkan Bibit ke Wadah Tanam

Setelah bibit memiliki daun 3-5 helai, siap untuk dipindahkan ke media tanam. Untuk sayuran daun biasanya lebih cepat, 7 sampai 10 hari telah tumbuh daun 3-5 helai, namun untuk sayuran buah bisanya sedikit agak lama, berkisar antara 15 hingga 20 hari untuk siap dipindahkan.
 
Cara memindahkan bibit ke wadah tanam:
  1. Usahakan jangan mencabit bibit dari persemaian, melainkan angkat dengan tanahnya supaya akar tanaman tidak putus.
  2. Pisahkan tanaman satu-satu bersama tanahnya yang tetap menempel pada akar, supaya tanaman tetap sehat ketika telah dipindahkan ke media tanam.
  3. Tempatkan tanaman di tengah-tengah wadah tanam.
  4. Pemindahan bibit sebaiknya dilakukan pada sore hari agar tanaman tetap segar tidak terkena panas matahari.
  5. Tempatkan tanaman pada tempat yang teduh hingga tanaman benar-benar kuat, kemudian bisa dipindahkan ke tempat yang terkena sinar matahari.
  6. Meski lahan yang kita miliki sempit, yaitu beberapa meter saja di halaman dan pekarangan rumah, namun kita tetap bisa menanam sayuran pada lahan sempit tersebut dengan mudah karena menggunakan wadah bekas yang bisa kita pindah-pindahkan sesuka hati kita.
Merawat Tanaman
 
Perawatan tanaman tidak kalah penting dengan beberapa hal di atas, karena masa-masa ini tanaman rentan terkena serangan hama dan penyakit. Menanam sayuran yang kami lakukan sangatlah mudah meski kami lakukan pada lahan sempit di halaman rumah, namun dengan pengaturan yang baik, lahan sempit dapat menampung hingga ratusan tanaman sayuran.

Selain sayuran kita juga bisa menanam apotik hidup di halaman rumah yang bisa dibaca pada Cara Sehat Alami dengan Menanam Apotik Hidup di Halaman Rumah.
 
Menanam Sayuran Mudah pada Lahan Sempit di Halaman Rumah
 
Cara merawat tanaman:
  1. Sirami tanaman pagi dan sore dengan sprayer atau gembor (Jawa).
  2. Karena tanaman ditanam pada wadah maka perlu pengairan 2 kali sehari agar persediaan air cukup untuk tumbuh kembang tanaman. Berbeda dengan penanaman yang dilakukan langsung di tanah.
  3. Namun pada musim hujan kita tidak perlu menyiram tanaman.
  4. Untuk tanaman cabe dan tomat perlu kita buatkan penopang dari kayu atau bambu agar bisa berdiri dengan tegak.
  5. Untuk tanaman sayuran daun tidak perlu karena memang tidak terlalu tinggi pertumbuhannya.
  6. Pemeriksaan terhadap hama dan penyakit harus kita lakukan secara rutin agar cepat terdeteksi.
  7. Untuk berjaga-jaga dari serangan hama dan penyakit, sebaiknya kita membuat pestisida nabati/organik sendiri.
  8. Kita bisa membuatnya dengan fermentasi daun sirsak/pepaya dengan sedikit tembakau untuk menyemprot tanaman.
  9. Untuk hama ulat, kita bisa membasminya dengan menyiram tanaman dengan cucian beras ketika menank nasi.
Panen

Inilah waktu yang ditunggu-tunggu, yaitu panen, untuk sayuran daun bisanya membutuhkan waktu 1 bulan, namun untuk tanaman sayuran buah, biasanya mulai berbuah setelah umur 2 bulan.
 
Menanam Sayuran Mudah pada Lahan Sempit di Halaman Rumah

Untuk tanaman sayuran daun seperti caisim dan kangkung, kita hanya bisa sekali panen saja, namun untuk tanaman sayuran buah seperti cabe dan tomat kita bisa panen berulang kali. Bahkan untuk cabe bisa bertahan hingga 6 bulan lebih (saya telah membuktikan bahwa tanaman cabe kami sekarang telah berumur 6 bulan dan telah dipanen setiap hari selama 4 bulan, hingga sekarang masih tetap sehat dan tetap muncul cabang dan bunga baru setiap hari.
 
Demikian sekilas tentang Menanam Sayuran Mudah pada Lahan Sempit di Halaman Rumah, semoga bermanfaat. Selanjutnya jangan lupa baca juga Cara Mudah Lengkap Membuat Media Tanam Sayuran Organik dalam Karung.

Mudah bukan, selamat mecoba, semoga sukses.

Berkah Karung Bekas untuk Menanam Sayuran Organik di Halaman Rumah

Zona Organik - Berkah Karung Bekas untuk Menanam Sayuran Organik di Halaman Rumah - Jangan dikira barang bekas tidak ada manfaatnya. Justru barang bekas memberikan keuntungan ganda jika dimanfaatkan. Seperti halnya karung bekas ini. Keuntungan ganda dimaksud adalah:
  1. Jika dimanfaatkan, karung bekas tidak menjadi sampah berbahaya bagi lingkungan karena berbahan dasar plastik yang tidak dapat terurai.
  2. Jika dimanfaatkan secara tepat justru memiliki nilai ekonomis bagi keluarga kita.
Karung bekas beras bulog banyak terdapat di desa kami. Setiap keluarga miskin di desa kami mendapat jatah beras murah bersubsidi dari pemerintah. Setelah beras habis, biasanya karung bekas akan dibuang oleh pemiliknya atau biasanya dibiarkan begitu saja di belakang rumah karena dianggap tidak berguna, bahkan dianggap sebagai sampah karena bentuknya yang kecil. kalau untuk wadah barang apapun juga kurang efektif karena kecil.

Berkah Karung Bekas untuk Mananam Sayuran Organik di Halaman Rumah

Melihat hal itu, kami berpikir, mengapa tidak dimanfaatkan saja? Untuk apa ya? Sempat terlintas dipikiran saya, ketika saya pulang kampung ke Pekalongan, di beberapa desa di sana (Desa Bulaksari kecamatan Sragi) saya melihat banyak halaman rumah yang diisi dengan tanaman warung hidup dan apotik hidup yang ditanam di dalam polybag tersusun rapi pada rak bambu. Betapa indahnya.

Dari lintasan pikiran tersebut muncul ide untuk memanfaatkan karung bekas tersebut meniru apa yang dilakukan oleh masyarakat Desa Bulaksari Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan, yaitu sebagai wadah budidaya tanaman sayuran atau lebih tren nya warung hidup.

Berkah Karung Bekas untuk Mananam Sayuran Organik di Halaman Rumah

Kemudian kami mengumpulkan karung bekas tersebut ke setiap rumah dan kami beli dengan harga Rp. 500,00 per lembarnya. Pertama kami mendapatkan 100 lembar karung bekas.

Dengan sedikit kerja keras kami membuat media tanam sayuran organik dengan mengumpulkan tanah pekarangan dan pupuk kandang, kemudian kedua media tersebut kami campur hingga rata. Campuran media tersebut kemudian kami masukkan ke dalam karung bekas hingga setengahnya. Tidak lupa kami juga turut memasukkan sampah daun yang berserakan di sekitar rumah, termasuk juga sabut kelapa yang tidak terpakai ke dalam karung.

Media tanam telah siap digunakan untuk menanam berbagai macam sayuran secara organik, di antaranya adalah caisim dan cabe rawit.

Memang sebelumnya, kami telah menyemai beberapa biji cabe dan caisim, sehingga setelah sebagian karung kami isi dengan media tanam, segera kami lakukan pemindahan tanaman dari persemaian ke dalam karung.

Berkah Karung Bekas untuk Mananam Sayuran Organik di Halaman Rumah

Dalam judul tulisan kami ini terdapat kata berkah. Menurut kami memang karung bekas tersebut membawa berkah bagi keluarga kami. Bagaimana tidak? Kami telah memanfaatkannya sejak bulan Juni 2014 untuk menanam cabe, tomat, caisim, dan tanaman warung hidup serta apotik hidup lainnya. Hingga sekarang, tanaman tersebut masih tumbuh subur dan memberikan kami sayuran dan buah organik yang sehat.

Selain memberikan sayuran untuk kebutuhan dapur kami, karung bekas itu juga memberikan berkah karena kelebihan dari sayuran yang kami konsumsi bisa kami bagikan kepada tetangga yang membutuhkan, dan bahkan karena hasilnya lumayan banyak, sebagian juga kami jual kepada yang membutuhkan.

Berkah Karung Bekas untuk Mananam Sayuran Organik di Halaman Rumah

Lumayan bukan? Bukankah itu sebuah berkah? Mengapa tidak kita lakukan? Mulai saat ini juga, kami mengajak para pembaca sekalian untuk kreatif memanfaatkan barang-barang bekas di rumah kita supaya mendatangkan keberkahan.

Jangan lupa untuk membaca tulisan kami yang lain tentang Menghiasi Halaman dengan Caisim Organik dalam Paralon.

Selamat mencoba, semoga sukses.

Cara Mudah Lengkap Membuat Media Tanam Sayuran Organik dalam Karung

Zona Organik - Cara Mudah Lengkap Membuat Media Tanam Sayuran Organik dalam Karung - Salah satu hal yang menentukan keberhasilan bidang pertanian adalah media tanam. Media tanam adalah tempat tanaman hidup dan mendapatkan nutrisi atau makanan. Media tanam sangat penting dalam mendukung pertumbuhan tanaman untuk berproduksi dengan baik.

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama di bidang pertanian, telah ditemukan beberapa jenis media tanam baru. Sebagai contohnya adalah nutrisi cair, arang sekam kokopit, spon, dll sebagai media tanam hidroponik.

Beda tanaman, beda juga kebutuhan media tanamnya. Tanaman buah misalnya, tanaman ini membutuhkan media tanam khusus untuk menopang pertumbuhan batang tanaman yang lebih besar. Berbeda dengan tanaman sayuran, tanaman ini membutuhkan media tanam yang gembur, sehingga akar tanaman akan lebih leluasa tumbuh menjalar untuk mendapatkan nutrisinya.

Cara Mudah Lengkap Membuat Media Tanam Sayuran Organik dalam Karung

Kami biasanya memanfaatkan bahan-bahan organik yang banyak terdapat di lingkungan sekitar sebagai media tanam untuk budidaya tanaman warung dan apotik hidup dalam karung. Kami membuat media tanam secara organik, yaitu tidak menggunakan pupuk, pestisida, herbisida, atau obat-obatan kimia lainnya, sehingga tanaman yang kami hasilkan bersifat organik tanpa bahan kimia, sehingga aman dan sehat untuk dikonsumsi.

Agar media tanam yang akan kita buat lebih berkualitas, terlebih dahulu kita harus memahami fungsi penting media tanam bagi tanaman. Berikut ini fungsi media tanam bagi tanaman:
  1. untuk menopang tanaman
  2. memberikan nutrisi
  3. dapat menyediakan tempat bagi akar tanaman untuk tumbuh dan berkembang
Cara Mudah Lengkap Membuat Media Tanam Sayuran Organik dalam Karung

Media tanam memberikan sebagian besar nutrisinya kepada tanaman. Pada budidaya sayuran dalam polybag, media tanam dibuat sebagai pengganti tanah, juga harus dapat menggantikan fungsi tanah bagi tanaman. Selain untuk tanaman sayuran, kita bisa menggunakan media tanam ini untuk menanam apotik hidup yang bisa kita baca pada Cara Sehat Alami dengan Menanam Apotik Hidup di Halaman Rumah.

Media tanam yang baik harus memiliki sifat-sifat fisik, kimia, dan biologi yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Tidak terkecuali pada tanaman sayuran. Media tanam yang baik harus memiliki beberapa persyaratan, yaitu sebagai berikut:
  1. Media tanam yang baik menyediakan ruang tumbuh yang luas bagi akar.
  2. Dapat menopang tanaman tumbuh tegak.
  3. Media tanam harus gembur sehingga akar tanaman bisa tumbuh baik dan sempurna, akan tetapi harus kuat untuk memegang akar dan menopang batang agar tidak roboh.
  4. Media tanam yang baik memiliki kemampuan mengalirkan air dan oksigen dengan baik.
  5. Media tanam harus bisa mempertahankan kelembaban tanah.
  6. Pembuangan kelebihan air dapat berjalan dengan cepat.
  7. Media tanam harus memiliki rongga-rongga, sehingga peredaran air dan udara lebih baik.
  8. Media tanam harus bisa menyerap dan menyimpan air sebagai cadangan tanaman.
  9. Media tanam yang baik harus dapat menyediakan unsur hara yang cukup baik makro maupun mikro.
  10. Media tanam yang baik adalah yang tidak mengandung bibit hama dan penyakit. Media tanam yang mengandung hama dan penyakit dapat menghambat pertumbuhan tanaman, bahkan tanaman bisa mati sebelum menghasilkan atau menghasilkan namun tidak dapat dipanen.
Cara Mudah Lengkap Membuat Media Tanam Sayuran Organik dalam Karung

Media tanam yang kami gunakan banyak tersedia di lingkungan kita. Berikut ini media tanam organik untuk sayuran yang biasa kami gunakan:

1. Tanah Pekarangan

Tanah yang subur terdapat pada lapisan bagian atas sekitar 30 cm ke bawah. Ada dua tipe tanah, yaitu tanah pasir dan tanah lempung. Tanah berpasir memiliki kemampuan drainase yang baik dan cepat mengalirkan air, namun memiliki kelemahan, yaitu tidak dapat menyimpan air sebagai cadangan. Sedangkan tanah lempung lebih sulit ditembus oleh air, sehingga air dapat tergenang dalam media tanam. Tanah yang baik untuk media tanaman adalah yang tidak terlalu berpasir dan tidak terlalu lempung, melainkan harus gembur.

2. Kompos

Kompos merupakan bahan organik yang berfungsi sebagai penyedia unsur hara bagi tanaman. Kompos yang digunakan untuk media tanam adalah kompos padat. Hampir semua jenis kompos padat bisa digunakan sebagai media tanam.

Kompos dapat memperbaiki struktur fisik tanah dan meningkatkan kapasitas tukar kation. Dalam hal ini adalah kompos yang yang telah matang. Kompos yang belum matang masih mengandung hama dan penyakit. Unsur hara dari kompos yang belum matang sulit diserap tanaman karena belum terurai maksimal.

3. Humus

Sebagai pengganti kompos, dapat kita gunakan humus dari hutan. Tanah humus memiliki kandungan unsur hara yang tinggi. Kita bisa mendapatkan tanah humus dengan mudah dari hutan yang banyak tanaman pakis-pakisan.

4. Pupuk Kandang

Selain kompos dan humus hutan, kita juga bisa menggunakan pupuk kandang dan pupuk hijau sebagai media tanam. Namun sebaiknya kita gunakan pupuk kandang atau hijau yang telah matang dan teksturnya sudah berbentuk seperti tanah. Sama dengan kompos, pupuk kandang yang belum matang dapat membawa hama dan panyakit pada tanaman.

5. Arang Sekam

Arang sekam dibuat dengan cara membakar kulit padi. Pembakaran dilakukan hingga sekam terbakar semua, namun jangan sampai menjadi abu. Arang sekam berguna untuk meningkatkan kapasitas porositas tanah. Arang sekam digunakan sebagai campuran media tanam yang dapat memperbaiki struktur tanah. Arang sekam sangat baik sebagai campuran media tanam karena:
  • Mempunyai partikel-partikel yang berpengaruh pada pergerakan air, udara, dan menjaga kelembaban
  • Dapat menetralisir keasaman tanah
  • Dapat menetralisir racun
  • Meningkatkan daya ikat tanah terhadap air
  • Merangsang pertumbuhan mikroba yang menguntungkan bagi tanaman
  • Menggemburkan tanah, sehingga memperbaiki drainase dan aerasi tanah
  • Arang sekam lebih baik dibanding sekam padi, karena arang sekam sudah mengalami pembakaran, sehingga bibit penyakit dan hama telah mati
6. Sabut Kelapa

Sabut kelapa dan coco peat sangat baik sebagai campuran media tanam, karena bersifat seperti arang sekam. Media tanam sabut kelapa cocok digunakan di daerah yang kering dengan curah hujan rendah. Sabut diambil dari bagian kulit kelapa yang sudah tua.
Cara Mudah Lengkap Membuat Media Tanam Sayuran Organik dalam Karung

Berikut ini cara membuat media tanam untuk menanam warung dan apotik hidup dalam karung di halaman rumah secara organik:
  1. Siapkan tanah bagian atas yang kering dan gembur. Ayaklah hingga menjadi butiran-butiran halus. Tanah dalam keadaan kering tidak akan menggumpal. Tanah yang menggumpal akan menyebabkan bahan-bahan tidak dapat tercampur secara merata.
  2. Siapkan kompos, humus, pupuk kandang, arang sekam, atau kokopit yang telah matang. Ayaklah hingga menjadi butiran halus.
  3. Campurkan semua bahan dan aduk hingga rata.
  4. Sebagai media tanam sayuran dalam polybag, sebaiknya perbandingan campuran media: 1:1:1.
  5. Media tanam telah siap digunakan.
Perbandingan dalam membuat media tanam di atas adalah 1:1:1, karena media ini akan digunakan untuk menanam tanaman dalam karung yang memiliki daya tampung media terbatas, oleh karena itu nutrisi atau unsur hara harus tersedia dengan banyak dan maksimal.

Demikian Cara Mudah Lengkap Membuat Media Tanam Sayuran Organik dalam Karung. Jangan lupa untuk membaca tulisan kami lainnya tentang Berkah Karung Bekas untuk Mananam Sayuran Organik di Halaman Rumah

Selamat mencoba, semoga bermanfaat.

3 Sumber Unsur Hara pada Budidaya Tanaman Organik

Zona Organik - 3 Sumber Unsur Hara pada Budidaya Tanaman Organik - Kita perlu mengenal lebih dekat apa itu budidaya tanaman organik. Alasannya adalah semakin rusaknya struktur tanah pertanian kita akibat penggunaan pupuk kimia. Selain itu akumulasi kimia yang terbawa oleh hasil pertanian yang masuk ke dalam tubuh kita akan mengganggu kesehatan.

Budidaya tanaman organik adalah sistem produksi tanaman dengan memanfaatkan unsur hara secara alami. Unsur hara dalam budidaya organik bersumber dari 3 hal. Seperti yang dikenal oleh kalangan petani, yaitu:
  1. Unsur hara yang berasal dari limbah rumah tangga, sampah organik, dan limbah pabrik.
  2. Berasal dari bidang peternakan yang berupa pupuk kandang dan kompos.
  3. Berasal dari lahan pertanian itu sendiri, atau yang dikenal dengan tanaman legum.
Sumber unsur hara pertama:
3 Sumber Unsur Hara pada Budidaya Tanaman Organik

Sumber unsur hara yang pertama berasal dari limbah rumah tangga seperti sisa makanan, pembukus makanan dari daun, sisa buah-buahan, dan limbah dapur berupa sisa sayuran.
Sampah pekarangan juga merupakan sumber unsur hara yang sangat bagus untuk kesuburan tanah. Sampah ini dapat diolah menjadi pupuk kompos.

Limbah pabrik yang digunakan sebagai sumber unsur hara tanaman misalnya ampas tahu dan kulit kedelai sisa pembuatan tempe.
Sebagai sumber unsur hara, limbah di atas harus melalui beberapa proses dulu sebelum digunakan sebagai tambahan hara bagi tanah pertanian.

3 Sumber Unsur Hara pada Budidaya Tanaman Organik

Sumber unsur hara kedua:
Sumber yang kedua ini berasal dari limbah pertanian yang digunakan sebagai pakan ternak. Limbah pertanian itu diproses di dalam perut hewan ternak dan dikeluarkan sebagai kotoran ternak yang dikenal sebagai pupuk kandang.
Kelebihan unsur hara yang kedua ini penggunaannya sudah tidak melalui proses yang panjang. Kita biarkan saja untuk beberapa waktu, maka sudah bisa langsung diberikan untuk tambahan unsur hara dalam tanah.

Jangan lupa baca juga Cara Mudah Lengkap Membuat Media Tanam Sayuran Organik dalam Karung.
3 Sumber Unsur Hara pada Budidaya Tanaman Organik

Sumber unsur hara ketiga:
Sumber ketiga berada dalam lahan pertanian itu sendiri, yaitu yang disebut dengan tanaman legum. Tanaman ini memiliki kelebihan mengikat nitrogen dari udara karena bersimbiosis dengan bakteri tertentu pada akar atau batangnya. Jaringan yang mengandung bakteri simbiotik ini biasanya menggelembung dan membentuk bintil-bintil pada akar tanaman, sehingga memberikan cadangan nitrogen bagi tanah. Oleh karena itu, tanaman legum ini dapat digunakan sebagai pupuk hijau.

Dengan ketiga sumber hara di atas, budidaya tanaman tidak lagi membutuhkan pupuk kimia sebagai tambahannya. Justru unsur hara alami ini kandungannya lebih lengkap dari pada pupuk kimia.

Mengapa kita harus melakukan budidaya tanaman organik? Berikut ini alasannya:
  1. Unsur hara atau pupuk tidak perlu membeli karena sudah tersedia melimpah di alam.
  2. Selain menyehatkan, unsur hara alami ini juga berfungsi untuk memperbaiki struktur tanah yang rusak akibat penggunaan pupuk kimia dalam jangka waktu yang lama.
  3. Alasan yang paling utama adalah kesehatan, dengan budidaya tanaman organik, makanan yang kita konsumsi bebas dari bahan kimia. Tubuh kita akan menjadi lebih sehat dengan hasil tanaman organik.
Demikian 3 Sumber Unsur Hara pada Budidaya Tanaman Organik, semoga bermanfaat, jangan lupa baca juga Budidaya Tanaman Warung Hidup Multi Sistem di Pekarangan Rumah.

Selamat mencoba, semoga sukses.

Budidaya Tanaman Warung Hidup Multi Sistem di Pekarangan Rumah

Zona Organik - Budidaya Tanaman Warung Hidup Multi Sistem di Pekarangan Rumah - Multi sistem, maksud kami adalah bahwa cara budidaya sayuran dan buah di halaman dan pekarangan rumah kami lakukan dengan berbagai cara, di antaranya yaitu menggunakan karung bekas, polybag, pot, langsung di tanah, paralon, dan hidroponik.

Kami menanam cabe, tomat, caisim, jahe merah, kunyit, bayam, kemangi, terang, dan lainnya pokoknya yang disebut warung dan apotik hidup di dalam karung.

Selain menanam warung hidup dalam karung di halaman rumah, kami juga menanam sayuran daun dengan sistem hidroponik menggunakan pipa paralon, gelas plastik bekas, botol plastik bekas, dan toples bekas pula. Budidaya sayuran daun secara hidroponik kami lakukan dengan melibatkan seluruh anggota keluarga, yaitu:

Budidaya Tanaman Warung Hidup Multi Sistem di Pekarangan Rumah
  1. Saya bertugas membuat media tanam, menyemai benih, dan memindahkan bibit tanaman ke dalam wadah budidaya.
  2. Anak-anak kami bertugas memasukkan media tanam ke dalam wadah budidaya dan membantu segala pekerjaan yang ringan.
  3. Orang tua kami, nenek dari anak-anak bertugas menjaga tanaman dari serangan ayam dan itik.
  4. Istri saya bertugas menjaga dan merawat tanaman sekaligus melakukan pemanenan serta pemasarannya.
Budidaya Tanaman Warung Hidup Multi Sistem di Pekarangan Rumah

Kami menanam sayuran daun di halaman dan pekarangan rumah. Sayuran yang kami tanam yaitu caisim, kangkung, bayam, selada, dan lain-lain. Sayuran tersebut kami tanam pada media paralon yang kami letakkan di atas kolam ikan hias baik dengan media tanah maupun dengan hidroponik. Untuk pengembangannya, kami sedang mempersiapkan beberapa rak untuk menempatkan botol bekas yang telah berisi tanaman sayuran daun hidroponik.

Budidaya Tanaman Warung Hidup Multi Sistem di Pekarangan Rumah

Kami melakukan runtutan kegiatan budidaya sayuran hidroponik setiap hari dari mulai:
  1. membuat media tanam yang berupa arang sekam;
  2. membuat wadah tanaman yang berupa paralon dan botol bekas;
  3. menyemai benih tanaman;
  4. memindahkan bibit tanaman;
  5. dan merawat tanaman

Budidaya Tanaman Warung Hidup Multi Sistem di Pekarangan Rumah

Dengan rutinitas semacam itu, kami berharap kelak akan dapat panen sayuran hidroponik terus menerus sepanjang waktu.


Kami melakukan budidaya tanaman sayuran secara hidroponik dengan beberapa alasan, yaitu:

Budidaya Tanaman Warung Hidup Multi Sistem di Pekarangan Rumah
  1. untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari akan sayuran dan bumbu masak;
  2. untuk penghijauan halaman rumah;
  3. sebagai sarana rekreasi dengan melihat tanaman yang tumbuh subur;
  4. untuk mengajarkan kepada anak-anak tentang teknik budidaya tanaman;
  5. melatih kedisiplinan dan tanggung jawab anak-anak atas tugas mereka dalam turut merawat tanaman;
  6. untuk mendapatkan sayuran dan bumbu masak yang organik bebas dari bahan kimia berbahaya;
  7. untuk menambah penghasilan keluarga.
Budidaya Tanaman Warung Hidup Multi Sistem di Pekarangan Rumah
2 cara budidaya yang kami lakukan adalah budidaya warung hidup dengan:
  1. karung bekas menggunakan media tanah dan pupuk kandang;
  2. hidroponik menggunakan media paralon dan botol bekas dengan nutrisi cair tanpa tanah.
Senang rasanya memiliki banyak tanaman bermanfaat di halaman rumah.
Demikian, selamat mencoba, semoga sukses.

Nutrisi Hidroponik Lengkap untuk Sayuran Daun

Zona Organik - Nutrisi Hidroponik Lengkap untuk Sayuran Daun - Hidroponik adalah budidaya tanaman tanpa tanah (medianya menggunakan air). Nutrisi hidroponik adalah pupuk tanaman yang harus diberikan dalam wujud cairan sebagai suplai makanan dan nutrisi tanaman untuk dapat tumbuh optimal dan menghasilkan. Nutrisi atau pupuk hidroponik harus lengkap, yaitu yang memenuhi segala unsur hara mikro dan makro. Seperti telah kami tulis pada artikel sebelumnya tentang Tanaman Warung Hidup Tumbuh Subur dengan Unsur Hara Mikro dan Makro.

Nutrisi atau pupuk hidroponik lengkap untuk tanaman sayuran ini kami beli secara online dengan harga Rp. 75.000,-, yaitu berupa 2 bungkus pupuk butiran padat A dan B (AB MIX) dengan berat masing-masing 12 ons setiap bungkusnya.

Nutrisi Hidroponik Lengkap untuk Sayuran Daun

Nutrisi hidroponics vegetable ini mengandung Ca++, K+NO3-, Fe Chelate. Pupuk AB MIX ini dapat digunakan untuk tanaman sayuran daun seperti:
  1. Caisim
  2. Sawi
  3. Selada
  4. Pakchoy
  5. Kailan
  6. Kangkung
  7. Bayam
  8. dan sayuran daun lainnya.
Nutrisi Hidroponik Lengkap untuk Sayuran Daun
 
Nutrisi hidroponik ini memiliki banyak manfaat, yaitu antara lain:
  1. mempercepat tumbuh tanaman dengan daun yang berukuran besar
  2. memperbanyak jumlah daun pada tanaman
  3. tanaman akan lebih tahan terhadap penyakit
  4. mempercantik penampilan daun sehingga terlihat tegar, segar, besar, dan menarik
  5. tekstur daun semakin renyah
  6. warna daun semakin hijau
 
Nutrisi Hidroponik Lengkap untuk Sayuran Daun
Pupuk hidroponik ini juga memiliki banyak keunggulan, yaitu:
  1. mengandung unsur makro dan mikro secara lengkap
  2. bahan mudah larut dalam air
  3. mudah terserap tanaman
  4. memberikan nutrisi yang dibutuhkan tanaman secara lengkap dan seimbang
  5. tidak menyumbat sistem irigasi
Nutrisi hidroponik ini mudah aplikasinya, kita tinggal mengikuti petunjuk yang ada dalam kemasan, yang lain kali akan kami tulis pada postingan berikutnya.

Selamat mencoba, semoga sukses.

Tanaman Warung Hidup Tumbuh Subur dengan Unsur Hara Mikro dan Makro

Zona Organik - Tanaman Warung Hidup Tumbuh Subur dengan Unsur Hara Mikro dan Makro - Tanaman warung hidup biasa di tanam di halaman atau pekarangan rumah, yaitu berupa sayuran dan atau buah-buahan. Warung hidup bisa ditanam langsung di tanah, juga bisa menggunakan wadah seperti pot, polybag, karung bekas, dll. Warung hidup juga bisa dilakukan dengan sistem konvensional (langsung ditanah), vertikultur, minakultur, atau hidroponik.

Tanaman warung hidup dapat tumbuh dan berkembang biak dengan subur dan sempurna jika mendapatkan nutrisi yang lengkap dan seimbang, yaitu yang memenuhi unsur hara mikro dan makro.

1. Unsur Hara Makro

Unsur makro adalah hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang cukup banyak dan besar. Unsur makro yang harus tersedia agar tanaman tumbuh subur antara lain:

Tanaman Warung Hidup Tumbuh Subur dengan Unsur Hara Mikro dan Makro

a. Nitrogen (N)

Nitrogen membantu tanaman dalam pembentukan sel, jaringan, dan organ. Fungsi utama nitrogen  bagi tanaman adalah sebagai bahan sintetis klorofil, protein, dan asam amino, sehingga tanaman membutuhkan nitrogen sangat besar. Selain itu, nitrogen dan fosfor (P) merupakan zat pengatur tumbuh pada tanaman secara keseluruhan.

Nitrogen yang dibutuhkan tanaman berupa Ammonium (NH4) dan Nitrat (NO3). Kebutuhan tanaman akan Ammonium maksimal 25% dari total konsentrasi Nitrogen.

b. Fosfor/Phosphor (P)

Fosfor adalah komponen penyusun dari beberapa enzim, protein, ATP, RNA, dan DNA.  ATP penting untuk proses transfer energi, sedangkan RNA dan DNA menentukan sifat genetik dari tanaman. Fosfor adalah unsur yang membantu pertumbuhan benih, akar, bunga, dan buah. Tanaman yang cukup unsur fosfornya akan memiliki struktur perakaran yang kuat dan sehat, sehingga daya serap tanaman terhadap nutrisi lebih baik. Fosfor dan Kalium berfungsi untuk merangsang proses pembungaan, terbukti kebutuhan tanaman akan fosfor meningkat ketika tanaman berbunga.

Tanaman Warung Hidup Tumbuh Subur dengan Unsur Hara Mikro dan Makro

3. Kalium (K)

Kalium merupakan unsur pengatur proses fisiologi tanaman seperti fotosintetis, akumulasi, translokasi, transportasi karbohidrat, membuka menutupnya stomata, atau mengatur distribusi air dalam jaringan dan sel. Kekurangan unsur ini menyebabkan daun seperti terbakar dan akhirnya gugur.

d. Magnesium (Mg)

Magnesium merupakan unsur yang membantu transportasi energi beberapa enzim di dalam tanaman. Magnesium sangat dibutuhkan oleh daun untuk ketersediaan klorofil.  Fotosintesis tanaman dapat berjalan dengan baik jika magnesium dalam daun cukup.

e. Kalsium (Ca)

Kalsium adalah unsur hara dalam pertumbuhan sel. Kalsium merupakan komponen yang menguatkan, dan mengatur daya tembus, serta merawat dinding sel. Kalsium sangat penting dalam pertumbuhan akar tanaman. Kalsium juga berperan dalam proses pembelahan dan perpanjangan sel, dan mengatur distribusi hasil fotosintesis.

f. Belerang/Sulfur (S)

Belerang dibutuhkan tanaman untuk membentuk asam amino sistin, sistein dan metionin. Belerang merupakan hasil metabolisme senyawa kompleks. Belerang juga berfungsi sebagai aktivator, kofaktor atau regulator enzim dan berperan dalam proses fisiologi tanaman.

Tanaman Warung Hidup Tumbuh Subur dengan Unsur Hara Mikro dan Makro

2. Unsur Hara Mikro

Unsur mikro diperlukan tanaman dalam jumlah sedikit. Meskipun sedikit, unsur mikro sangat penting dalam menentukan keberhasilan proses-proses dalam tumbuhan. Bisa kita lihat pada adenium, bunga adenium tumbuh dengan indah atas jasa unsur mikro. Unsur hara mikro yang dibutuhkan tanaman berupa:

a. Boron (B)

Boron dibutuhkan tanaman dalam proses pembentukan, pembelahan dan diferensiasi , serta pembagian tugas sel. Boron diangkut dari akar ke tajuk tanaman melalui pembuluh xylem. Di dalam tanah boron tersedia dalam jumlah terbatas dan mudah tercuci. Kekurangan boron paling sering dijumpai pada adenium. Cirinya mirip daun variegeta.

b. Tembaga (Cu)

Tembaga merupakan aktivator dan unsur yang membantu proses fotosintesis. Tembaga juga sebagai unsur pembentuk klorofil, dan memiliki fungsi reproduksi.

c. Seng/Zinc (Zn)

Seng merupakan unsur pembentuk klorofil dan membantu proses fotosintesis.

d. Besi/Ferro (Fe)

Zat Besi membantu pembentukan protein pada tanaman dan sebagai katalisator pembentukan klorofil. Besi berperan sebagai pembawa elektron pada proses fotosintetis dan respirasi, sekaligus menjadi aktivator beberapa enzim. Unsur ini tidak mudah bergerak sehigga bila terjadi kekurangan sulit diperbaiki. Zat besi bertentangan dengan unsur mikro lain.

e. Molibdenum (Mo)

Molibdenum bertugas sebagai pembawa elektron untuk mengubah nitrat menjadi enzim. Unsur ini juga berperan dalam fiksasi nitrogen.

f. Mangan (Mn)

Mangan berperan dalam sintesa klorofil dan sebagai koenzim, sebagai aktivator beberapa enzim respirasi, dalam reaksi metabolisme nitrogen dan fotosintesis. Fungsi unsur hara Mangan (Mn) bagi tanaman ialah:
  • Diperlukan oleh tanaman untuk pembentukan protein dan vitamin terutama vitamin C
  • Berperan penting dalam mempertahankan kondisi hijau daun pada daun yang tua
  • Berperan sebagai enzim feroksidase dan sebagai aktifator macam-macam enzim
  • Berperan sebagai komponen penting untuk lancarnya proses asimilasi
g. Klorida (Cl)

Klorida diserap oleh tanaman dalam bentuk ion Cl, ion ini mempunyai fungsi fisiologis yang sangat penting dalam proses fotosintesis tanaman terutama pada fase terang. Apabila ion Cl ini tidak tersedia maka proses fotosintesis akan terhambat, otomatis pertumbuhan dan perkembangan tanamanpun akan terhambat.

h. Natrium (Na)

Fungsi unsur hara natrium bagi tanaman yaitu berperan dalam pembukaan stomata dan dapat menggantikan peranan unsur K, berperan dalam pembentukan umbi, mencegah busuk bagian tengah ubi (hartrot).

i. Kobalt (Co)

Unsur Kobalt sangat penting bagi tanaman dalam proses pertumbuhan. Kobalt juga merupakan unsur yang berperan sebagai metabolisme tanaman.

j. Silikon (Si)

Pengaruh silikon bagi tanaman adalah sebagai berikut:
  • Meningkatkan ketersediaan fosfor dalam tanah.
  • Meningkatkan ketegakan tanaman (daun) dan mencegah roboh.
  • Menurunkan cekaman kekurangan air.
  • Meningkatan ketahanan terhadap hama dan penyakit.
k. Nikel (Ni)

Diperlukan untuk enzim urease untuk menguraikan urea dalam membebaskan nitrogen ke dalam bentuk yang dapat digunakan untuk tanaman. Nikel diperlukan untuk penyerapan zat besi. Benih perlu nikel untuk berkecambah. Tanaman tumbuh tanpa tambahan nikel akan berangsur-angsur mencapai tingkat kekurangan saat mereka dewasa dan mulai pertumbuhan reproduksi.

Cara Mudah Melobangi Paralon untuk Tanaman Hidroponik

Zona Organik - Cara Mudah Melobangi Paralon untuk Tanaman Hidroponik - Paralon atau pipa PVC adalah salah satu media atau wadah untuk budidaya tanaman hidroponik. Pipa paralon yang biasanya digunakan untuk tanaman hidroponik berdiameter 3 inchi. Banyak jenis paralon yang dijual di toko bangunan. Kami memilih paralon yang paling murah. Harganya sekitar Rp. 60.000,- perbatang.

Sebenarnya selain pipa paralon, masih banyak wadah yang bisa digunakan untuk tanaman hidroponik, seperti misalnya botol bekas air mineral, gelas air mineral, toples bekas makanan, bambu, talang atap, atau bisa kita buat bak permanen menggunakan semen.

Kami mulai mencoba bercocok tanam sayuran secara hidroponik belum lama ini, yaitu sekitar seminggu yang lalu tanggal 10 Desember 2014. Sebelumnya (dan masih berlangsung hingga sekarang) kami melakukan budidaya sayuran (warung hidup) dalam karung bekas menggunakan media tanah dan pupuk kandang.

Cara Mudah Melobangi Paralon untuk Tanaman Hidroponik

Mengapa kami mencoba hidroponik? Padahal dengan budidaya warung hidup dengan karung saja sudah sangat menguntungkan.

Ada beberapa pertimbangan kami mencoba budidaya sayuran secara hidroponik:
  1. Tidak membutuhkan tanah dan pupuk kandang.
  2. Media tanam sangat mudah dan murah diperoleh.
  3. Perawatannya simpel.
  4. Bisa dilakukan dengan sistem vertikultur (susun ke atas)
Cara Mudah Melobangi Paralon untuk Tanaman Hidroponik

Dalam mencoba sistem hidroponik ini, kami melibatkan anak-anak kami, agar mereka mengenal pentingnya budidaya warung hidup sebagai suplai kebutuhan dapur sehari hari. Kami melibatkan anak dalam melakukan:

Cara Mudah Melobangi Paralon untuk Tanaman Hidroponik

  1. Persiapan media tanam (membuat arang sekam)
  2. Melobangi paralon sebagai wadah tanaman
  3. Membuat persemaian
  4. Memasukkan media tanam (arang sekam) ke dalam wadah tanam
  5. Merawat tanaman.
Cara Mudah Melobangi Paralon untuk Tanaman Hidroponik
 
Sekarang langsung saja. Bagaimana cara kami melobangi paralon sebagai wadah nutrisi (pupuk hidroponik cair) dalam budidaya sayuran hidroponik:
 
Alat dan bahan:
  1. paralon 3 inchi 1 batang
  2. ballpoint atau spidol untuk menggambar pola lingkaran
  3. mistar atau penggaris untuk mengukur jarak antar paralon
  4. gelas bekas air mineral untuk blat atau mal atau pola lingkaran
  5. solder untuk melukai paralon mengikuti pola lingkaran
  6. gergaji untuk membantu mempermudah melobangi paralon
  7. besi untuk melobangi paralon (obeng)
  8. amplas untuk menghaluskan bekas solderan pada lobang paralon
Cara Mudah Melobangi Paralon untuk Tanaman Hidroponik
 
Berikut ini Cara Mudah Melobangi Paralon untuk Wadah nutrisi Tanaman Hidroponik:
  1. Buat pola lingkaran pada paralon menggunakan ballpoint atau sepidol
  2. Pola bisa kita gunakan gelas bekas air mineral
  3. Jarak antar lobang sekitar 10 cm (atau sesuai selera masing-masing)
  4. Setelah sepanjang paralon kita gambar lingkaran, selanjutnya lukai pola lingkaran pada paralon menggunakan solder dengan menekan (usahakan sedalam mungkin)
  5. Lobang dibuat lebih kecil dari pola lingkaran, agar nanti setelah gelas bekas dimasukkan dapat mengambang pada bibir lobang (gelas tidak masuk ke dalam paralon)
  6. Gergaji pada tengah pola lobang (silang dan palang)
  7. Toblos pola lobang yang telah dilukai dengan solder dan gergaji dengan menggunakan besi atau obeng
  8. Terakhir, haluskan bibir lobang dangen amplas.
Cara Mudah Melobangi Paralon untuk Tanaman Hidroponik
 
Memang sedikit menguras tenaga dan waktu, namun jika dilakukan berdasarkan kesenangan, maka tidak akan terasa capenya, bahkan kita bisa memperoleh kepuasan.

Selamat mencoba, semoga sukses.
Copyright © 2015. Zona Organik - All Rights Reserved
Template Editing by Zona Organik